Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Friday, May 23, 2014

Inseminasi Buatan, Meningkatkan Populasi Sapi


Payakumbuh,-----Inseminasi Buatan secara komersial sudah dilakukan semenjak tahun 1975, oleh karena terjadinya produktifitas dan reproduktifitas ternak hasil Inseminasi buatan dengan sistim silang ditambah persilangan antar bangsa yang diharapkan dapat mendongkrak peningkatan mutu genetis dan produktifitas sapi lokal melalui pemulihan (grading up). 
"Kebutuhan sapi pejantan di sumatera barat sangat terbatas, ini merupakan persoalan dalam upaya meningkatkan populasi bibit sapi unggul, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan daging masih belum mencukupi, kualitas dan kuantitas produk budidaya ternak sapi sangat dipengaruhi pada kualitas bibit yang di gunakan" kata Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Sekretaris daerah Ali Asmar ketika memberikan sambutan pada Apresiasi Petugas Reproduksi se Sumbar sekaligus pemakaian gedung pusat pelatihan peternakan di IB BIB Tuah Sakato Payakumbuh, Rabu (5/2).
Lebih lanjut disampaikan, kebutuhan daging terus meningkat bahkan mencapai 100 ribu/kilo bagi peternak sapi merupakan peluang dari harga yang cukup menjanjikan, sedangkan upaya pemerintah daerah bagaimana industri pembibitan bisa menyediakan pembibitan unggul dengan sistem inseminasi buatan.
Dengan inseminasi buatan ada hal yang menguntungkan diantaranya seperti, kita tidak memelihara ternak jantan, mencegah kawin sedarah, menghindari kecelakaan saat perkawinan dan menghindari ternak dari segala macam penyakit, terangya.
Ditambahkan, tentu kita harus tahu kapan sapi itu datang masa birahi kalau inseminasi tidak tepat tentu terjadi kelainan untuk itu kita perlu pelatihan-pelatihan, punya labor dan sebagainya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 3 tahun terakir telah menyebarkan ternal sapi sebanyak 5.543 ekor, hal ini terlihat dari hasil sensus pertanian 2013 populasi ternak sapi potong sebanyak 326.674, sapi perah 671 ekor dan kerbau 86.330 ekor. Sedangkan untuk mempertahankan atau menimgkatkan jumlah populasi ternak di sumbar diharapkan peran petugas reproduksi dalam melayani masyarakat di bidang inseminasi buatan.
Di Provinsi Sumatera Barat gerakan pensejahteraan petani merupakan program pemerintah yang pada dasarnya mensejahterakan masyarakat petani sehingga bagaimana mereka keluar dari kemiskinan.
Ikut memberikan sambutan Walikota Payakumbuh Riza Fahlevi menyampaikan, Kota Payakumbuh mengupayakan bagaimana menjadi tulung pungung pasokan sapi, maupun berupa inseminasi dan semacam pelatihan yang dapat meningkatkan populasi sapi maupun unggas lainnya yang ada di kota ini.
Di akuinya sampai saat ini masalah peternakan kami belum ada apa-apanya, namun tentu  perlu perhatian semua pihak dalam rangka mendukung program ini termasuk bimbingan dan pelatihan tentang peternakan, sehingga swasembada sapi-kerbau dapat kita lakukan.
Ikut hadir mendapingi Sekda Ali Asmar, Kadinas Peternakan Provinsi Sumtera Barat dr. Erinaldi, SKPD Kota Payakumbuh yang terkait. (Humas Sumbar)

Sumber : sumbarprov

Monday, May 19, 2014

PROGRAM VAKSINASI AYAM PETELUR ( LAYER ) DAN BROILER

PROGRAM VAKSINASI AYAM PETELUR ( LAYER )
UMUR
VAKSINASI TERHADAP PENYAKIT
JENIS VAKSIN
CARA PEMBERIAN
1 HARI
IB
Aktif (live)
Tetes mata (TM)
4 HARI
ND dan Gumboro
ND aktif dan Gumboro aktif
TM atau suntik
7 HARI
GUMBORO
aktif
TM
18 HARI
ND
aktif
Air minum
21 HARI
GUMBORO
aktif
Air minum
30 HARI
IB
aktif
Air minum
35 HARI
ND
aktif
Air minum
6 MINGGU
ILT
aktif
Air minum/TM/TH
7 MINGGU
SNOT
Inaktif
Suntik IM
FOWL POX
Aktif
Tusuk sayap
8 MINGGU
ND
Inaktif
Suntik IM
9 MINGGU
ND DAN IB
aktif
Air minum
12 MINGGU
ILT
aktif
Air minum/TH/TM
14 MINGGU
ND DAN IB
aktif
Air minum
15 MINGGU
SNOT
Inaktif
Suntik IM
16 MINGGU
ND, IB, EDS-76
Inaktif
Suntik IM
20 MINGGU
ND DAN IB
aktif
Air minum
Catatan;
  1. vaksinasi Marek’s disease dilakukan di Breeding farm
  2. pada fase produksi beri ND aktif setiap 5-7 minggu
  3. vaksinasi AI sesuai anjuran pabrik dan menyesuaikan dg vaksin lain.
PROGRAM VAKSINASI AYAM BROILER
UMUR
VAKSINASI TERHADAP PENYAKIT
JENIS VAKSIN
CARA PEMBERIAN
3 HARI
ND dan IB
Aktif
Tetes mata
7 HARI
Gumboro
Aktif
Tetes mata
14 HARI
Gumboro
Aktif
Air minum
18 HARI
ND
Aktif
Air minum

Monday, December 30, 2013

Test Kebuntingan

Testing merupakan singkatan dari test kebuntingan (test bunting) yang digunakan untuk mengetahui status kebuntingan ternak dengan cepat dan akurat.

Status Kebuntingan

Manfaat dengan diketahuinya status kebuntingan ternak;
1. Mempermudah dalam menentukan pakan sesuai dengan kebutuhan ternak
2. Pembiakan ternak lebih efisien
3. Mengurangi pakan yang sia sia

untuk lebih jelas klik di http://testbunting.blogspot.com/

Telur Aneka Rasa

Eksplorasi Telur, selama ini kita mengenal telur asin. bagaimana dengan rasa yang lain?