
Limbah tembakau terdiri atas:
- Sisa rajangan daun
- Stem (batang tembakau) merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh agroindustri tembakau dengan kuantitas yang mencapai 20% per tahun dari jumlah produksi tembakau
Pestisida organik dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
- Pestisida hayati (biopestisida) bahan aktifnya berasal dari mikroorganisme, seperti cendawan, bakteri, nematoda, atau virus
- Pestisida nabati bahan aktifnya berasal dari tumbuh-tumbuhan
- Repelan : menolak kehadiran serangga. Misal: dengan bau yang menyengat
- Antifidan : mencegah serangga memakan tanaman yang telah disemprot
- Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa
- Menghambat reproduksi serangga betina
- Mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh serangga
- Atraktan : pemikat kehadiran serangga yang dapat dipakai pada perangkap serangga
- Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri
- Murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani
- Relatif aman terhadap lingkungan
- Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman
- Sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama
- Kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain
- Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
ulat, kutu daun, belalang, kepik, dan telur keong mas.
Metode Pembuatan Pestisida Organik Dari Tembakau
Alat :
- Pisau / alat pencacah
- Alat penumbuk atau blender
- Ember
- Alat penyemprot
- 100 – 250 gram sisa rajangan daun tembakau atau batang tembakau
- Air
- Kain
- Keringkan 100-250 gram daun/batang tembakau
- Haluskan daun/batang tembakau yang telah kering dengan cara ditumbuk atau diblender
- Rendam daun/batang tembakau yang telah halus di dalam 1 L air selama 24 jam
- Saring larutan menggunakan kain furing
- Encerkan larutan hasil saringan di dalam 1 L air. Cek airnya hingga berwarna coklat teh. Jika terlalu gelap, cairkan dengan air
- Semprotkan larutan tersebut ke tanaman.
Tanaman yang termasuk Solanaceous Family terdiri atas :
- Tanaman pangan: tomat, terong, kentang, paprika
- Tanaman obat: mandrake, henbane
- Tembakau
- Dosis 1 : 1 yaitu 1 L larutan dicampur dengan 1 L air
- Penyemprotan 1 minggu 1 kali
- Pencairan harus habis 1 kali pemakaian
- Dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya
- Disemprotkan ke tanaman yang terkena hama pada daun dan batangnya
(by dianalfa @ “Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Kompos dan Pestisida Organik Bagi Industri Rokok dan Petani Tembakau di Kabupaten Lamongan”)
Daftar Pustaka:
Soenandar, M., Aeni, M. N., dan Raharjo, A. Petunjuk Praktis Membuat Pestisida Organik. PT Agromedia Pustaka. Tangerang. 2010.
Sudarmo, S. Pestisida Nabati, Pembuatan dan Pemanfaatannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 2005.
Sumber : Sampah
No comments:
Post a Comment